Pop Yeh-Yeh: Pelokalan Musik Barat di Era 80an


Pada tahun 1960, musisi Pop Yeh-yeh yang dipengaruhi budaya barat muncul ke permukaan. Genre Pop Yeh-yeh sangat populer di Malaysia, Singapura, dan Brunei pada 1960-an. Pop Yeh-yeh menguasai musik Malaysia pada era 1965-1971. Musik dan fashion dari The Beatles dan band rock and roll Inggris lainnya, selama tahun 1960-an adalah pengaruh kuat bagi band-band pop yeh-yeh yang juga akhirnya mempengaruhi industri musik Malaysia pada periode tersebut. Bahkan, istilah “pop yeh-yeh” diambil dari lagu The Beatles yang populer, “She Loves You” (“she loves you, yeah-yeah-yeah”.) Pada tahun 1960an, istilah ini belum familiar digunakan. Istilah ini baru marak digunakan pada tahun 1980an ketika jenis musik tersebut dipopulerkan oleh M. Shariff & The Zurah. Kemungkinan besar, wartawan musik pada era 1980an adalah yang pertama menggunakan istilah ini.

Lagu Pop Yeh-yeh lokal pertama adalah lagu yang berjudul “Suzanna”, dinyanyikan oleh M Osman pada tahun 1964. Selama era popularitas pop yeh-yeh, banyak band yang terbentuk mencoba sebaik mungkin untuk meniru The Beatles, dalam pakaian, lagu dan penampilan. Tapi mayoritas gaya bermusik mereka diambil dari The Shadows dan The Ventures. Biasanya band-band ini (sering disebut sebagai “kumpulan gitar rancak” atau dengan singkatan “kugiran”) terdiri atas empat anggota yang bernyanyi dan memainkan empat instrumen dasar musik (dua gitar listrik, bass listrik dan drum). Sebagian besar band dibentuk di Singapura dan Malaysia. Johor dan Singapura adalah pusat kegiatan untuk band-band ini. Sebagian besar rekaman dilakukan di Singapura seperti di Studio EMI tua di MacDonald’s House di Orchard Road dan banyak studio kecil milik pribadi.

Kata “Kugiran” pertama kali disiarkan dalam program mingguan Top Chart “Lagu Pujaan Minggu Ini” di Radio Singapura dan dibawakan oleh DJ M.I.A (Mohd. Ismail Abdullah). Pada saat itu diketahui bahwa akronim “ku-gi-ran” adalah ide seorang pegawai radio tersebut, Daud Abdul Rahman. Beberapa pihak juga menyebutkan bahwa P. Ramli yang menciptakan istilah ini dengan tujuan untuk membedakannya dari grup combo Malaysia di era sebelumnya. “Kugiran” terdiri dari 6 personil, yaitu vokalis, lead-guitar, bassist, rhythm-guitar, pemain keyboard dan drumer.

Pembentukan dan pengembangan kugiran ini yang mendorong berdirinya berbagai perusahaan rekaman di Singapura di tahun 1960. Banyak lagu-lagu direkam pada vinyl dan dijual secara komersial. Beberapa penyanyi yang terkenal selama periode tersebut termasuk M Osman, A Ramlie, Jeffrydin, Roziah Latiff & The Jayhawkers, Adnan Othman, Halim “Jandaku” Yatim, Afidah Es, J Kamisah, Siti Zaiton, J. Sham, A Rahman Onn, Hasnah Haron, J Kamisah, Fatimah M Amin, Asmah Atan, Orkid Abdullah, A. Remie, Zamzam, Salim I, Kassim Selamat, M Rahmat, A Karim Jais, M Ishak, Hussien Ismail, Jaafor O, A Halim, Azizah Mohamed, S Jibeng dan L Ramlee. Band rock dan band pop periode ini termasuk The Rhythm Boys, The Siglap Five, The Hooks yang menampilkan A. Romzi sebagai vokalis mereka (mereka mencetak hit lewat lagu “Dendang Remaja”), Siglap Boys, Les Kafilas, Cliffters yang menampilkan Rikieno Bajuri, Impian Bateks yang menampilkan Rudyn Al-Haj dengan lagu populernya “Naik Kereta Ku” dan acapela seperti “Oh Posmen”, “Gadis Sekolah” dll, The Swallows yang menampilkan “La Aube”, “Angkut-angkut Bilis” dengan vokalis Kassim Selamat dan EP ini diputar di sebuah stasiun radio di Jerman. Di sana, “La Aube” masuk dalam tangga lagu pop Jerman.

Hampir semua artis di atas adalah orang Singapura. Yang paling populer dari Malaysia adalah L. Ramli, Roziah Latiff & The Jayhawkers, J. Sham, Orkes Nirvana, The Sangam Boys dan Les Flingers. Musik dan lirik biasanya dibuat oleh band itu sendiri. Pemimpin band juga merangkap sebagai produser album, pada masa itu.

Masa keemasan Pop Yeh-yeh mulai pudar pada tahun 1971. Sejak jatuhnya popularitas Pop-yeh yeh, pusat industri musik Malaysia bergeser ke utara, dari Singapura ke Kuala Lumpur di Malaysia. Banyak komponis, pembuat lagu, penulis lirik, penyanyi, dan produser mulai berpindah, tidak hanya ke Kuala Lumpur tetapi juga ke kota-kota lain termasuk Johor Bahru dan Ipoh, untuk mengambil kesempatan yang muncul dan menyesuaikan diri dengan perubahan cepat industri musik Malaysia.

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Music_of_Malaysia#Pop_Yeh-yeh

Help Xeni’s brother get to Malaysia to research and archive psychedelic ’60s pop